Bacaan injil
: Yoh. 2:1-11
Bacaan hari ini membicarakan tentang mukjizat
pertama yang dibuat Yesus di Kana. Ketika berbicara tentang mukjizat, dulu yang
terbayang di benak saya adalah cara kerja Tuhan yang ajaib seperti pesulap. Jika
merenungkan kembali makna mukjizat, sebenarnya mukjizat adalah wujud dari "yang
tidak mungkin bagi manusia, adalah mungkin bagi Allah". Dengan kata lain,
Tuhan memang selalu memiliki cara kerja yang tidak bisa kuduga sebelumnya.
Semua baru bisa aku pahami setelah aku mengalami peristiwanya.
Dulu aku selalu memaknai mukjizat sebagai suatu
keajaiban sehingga secara tidak sadar aku menuntut cara kerja Tuhan yang tidak
normal. Padahal ketika aku dalam kesulitan, kemudian berusaha keras dan di
detik terakhir baru terpikir solusinya, itu saja sebenarnya sudah mukjizat. Jika
tanpa "seizin" Tuhan, mungkin aku tetap tidak mendapatkan solusinya. Dengan
begitu sebenarnya Tuhan terus "bekerja" dalam hidupku lewat hal-hal
terkecil. Jika yang terkecil saja ia perhatikan, apalagi yang besar.
Pernah suatu kali aku menghadapi permasalahan
yang cukup berat. Saat itu aku lupa membayar uang kuliah tepat waktu sehingga
harus berujung cuti sementara yang artinya masa studiku akan terlambat 1 semester.
Padahal aku ingin segera menyelesaikan studiku. Kepada keuangan di kampus itu
tipe orang yang sangat tidak bisa berkompromi dan ditambah posisiku memang
salah. Aku sudah sempat berpikir usahaku mengajukan keringanan agar tidak cuti,
mungkin akan gagal. Tetapi setelah berbagai usaha, ternyata reaksi orang itu
tidak seperti dugaanku sebelumnya. Ia justru melunak dan memberi bantuan agar
masa studiku tetap berlangsung.
Mungkin pengalaman itu tampak sepele, tetapi
bagiku itu salah kisah kehadiran Allah yang begitu luar biasa dalam hidupku. Memaknai
setiap peristiwa dan menemukan titik-titik di mana Allah bekerja, bagiku membutuhkan
pembelajaran seumur hidup. Tetapi kita aku dapat menemukannya, di situlah aku
mampu merasakan betapa Allah melindungiku.
Tetapi hal penting lainnya yang harus selalu
kusadari adalah usahaku pun juga turut berperan. Tuhan juga mungkin akan malas
menolong orang yang malas. Dengan begitu, dalam kondisi-kondisi sulit aku tetap
harus berusaha walaupun tetap berdoa. "Berdoalah seolah-olah semua
tergantung pada usaha kita, berusahalah seolah-olah semua tergantung pada Tuhan".
Kalimat itu harus terus kupegang dalam perjalanan hidup terutama ketika situasi
sulit.
Comments
Post a Comment