Skip to main content

20 Januari 2019


Bacaan injil : Yoh. 2:1-11

Bacaan hari ini membicarakan tentang mukjizat pertama yang dibuat Yesus di Kana. Ketika berbicara tentang mukjizat, dulu yang terbayang di benak saya adalah cara kerja Tuhan yang ajaib seperti pesulap. Jika merenungkan kembali makna mukjizat, sebenarnya mukjizat adalah wujud dari "yang tidak mungkin bagi manusia, adalah mungkin bagi Allah". Dengan kata lain, Tuhan memang selalu memiliki cara kerja yang tidak bisa kuduga sebelumnya. Semua baru bisa aku pahami setelah aku mengalami peristiwanya.

Dulu aku selalu memaknai mukjizat sebagai suatu keajaiban sehingga secara tidak sadar aku menuntut cara kerja Tuhan yang tidak normal. Padahal ketika aku dalam kesulitan, kemudian berusaha keras dan di detik terakhir baru terpikir solusinya, itu saja sebenarnya sudah mukjizat. Jika tanpa "seizin" Tuhan, mungkin aku tetap tidak mendapatkan solusinya. Dengan begitu sebenarnya Tuhan terus "bekerja" dalam hidupku lewat hal-hal terkecil. Jika yang terkecil saja ia perhatikan, apalagi yang besar.

Pernah suatu kali aku menghadapi permasalahan yang cukup berat. Saat itu aku lupa membayar uang kuliah tepat waktu sehingga harus berujung cuti sementara yang artinya masa studiku akan terlambat 1 semester. Padahal aku ingin segera menyelesaikan studiku. Kepada keuangan di kampus itu tipe orang yang sangat tidak bisa berkompromi dan ditambah posisiku memang salah. Aku sudah sempat berpikir usahaku mengajukan keringanan agar tidak cuti, mungkin akan gagal. Tetapi setelah berbagai usaha, ternyata reaksi orang itu tidak seperti dugaanku sebelumnya. Ia justru melunak dan memberi bantuan agar masa studiku tetap berlangsung.

Mungkin pengalaman itu tampak sepele, tetapi bagiku itu salah kisah kehadiran Allah yang begitu luar biasa dalam hidupku. Memaknai setiap peristiwa dan menemukan titik-titik di mana Allah bekerja, bagiku membutuhkan pembelajaran seumur hidup. Tetapi kita aku dapat menemukannya, di situlah aku mampu merasakan betapa Allah melindungiku.

Tetapi hal penting lainnya yang harus selalu kusadari adalah usahaku pun juga turut berperan. Tuhan juga mungkin akan malas menolong orang yang malas. Dengan begitu, dalam kondisi-kondisi sulit aku tetap harus berusaha walaupun tetap berdoa. "Berdoalah seolah-olah semua tergantung pada usaha kita, berusahalah seolah-olah semua tergantung pada Tuhan". Kalimat itu harus terus kupegang dalam perjalanan hidup terutama ketika situasi sulit.

Comments

Popular posts from this blog

15 Januari 2019

Bacaan 1 : Ibr. 2:5-12 Bacaan 2 : Mrk. 1:21b-28 Awalnya ketika membaca bacaan ini, yang terbayang hanya klenik-klenik karena ceritanya ngusir setan. Tetapi dalam renunganku, bukan klenik-klenik yang akhirnya saya renungkan.   Kehadiran Yesus mengusir setan dari seseorang yang kerasukan, bagiku seperti gambaran ketika aku sedang menghadapi peristiwa tidak beruntung dalam hidupku. Ketika sedang menghadapi peristiwa tidak mengenakkan, secara manusiawi respon pertama yang muncul adalah rasa takut, khawatir, pesimis, dan semacamnya. Lewat bacaan hari ini, aku merasa seperti diingatkan bahwa penderitaan memang adalah bagian yang tak terpisahkan dalam hidup tetapi Allah akan selalu menyertaiku.   Perihal apakah aku akan menyadari penyertaan Tuhan, tentu juga tergantung pada usahaku untuk menemukannya. Kalau aku selalu melihat sisi negatif dari peristiwa penderitaan, maka aku tidak akan pernah menemukan sisi berkatnya (setidaknya itulah yang kurasakan dar...