Bacaan 1 :
Ibr. 4 : 1-5.11
Bacaan 2 :
Mrk. 2 : 1-12
Jika merenungkan kembali mengenai kedatangan Yesus di dunia, yang terpikir olehku adalah prosesAllah mengajarkan manusia jalan menuju kedamaian. Bila dihubungkan dengan bacaan pertama, tempat perhentian lebih melambangkan kedamaian bukan kematian. Kedamaian hanya akan bisa kita capai bila kita menyambut uluran "tangan" Allah sehingga terjalinlah relasi. Seperti dalam bacaan hari ini, ketika orang lumpuh itu percaya kepada Yesus yang melaksanakan apa yang diperintahkannya maka ia pun sembuh.
Dulu aku sering memaknai ayat semacam ini
sebagai kisah mukjizat belaka. Jika merenungkannya kembali, inti penting dari
bacaan hari ini lebih pada gambaran bahwa kehadiran Allah ke dunia adalah untuk
memperbaiki relasi dengan manusia. Perihal apakah relasi tersebut akan membaik,
tentu bergantung pada tanggapanku sebagai manusia.
Jika membayangkan perilaku para ahli taurat
yang sirik dan heboh menggosip sendiri, sebenarnya hal itu terus berulang dalam
berbagai masa kehidupan. Sampai hari ini pun masih ada orang-orang semacam itu.
Sangat ironis ketika orang yang begitu mengerti agama tetapi tidak bisa
menerapkannya dan justru penerapannya menyakiti orang lain. Hingga saat ini
masih banyak fenomena orang begitu taat beribadah tetapi tidak menyebarkan
damai.
Dengan begitu, ada perbedaan yang tajam antara
beragama dan beriman. Beragama hanya akan jatuh pada kecenderungan ibadah
sebagai aktivitas saja. Beriman bagiku adalah menerima kehadiran Allah yaitu
dengan menjalin relasi yang akhirnya membuahkan damai dalam hidupku dan bagi
sekitarku.
Comments
Post a Comment